Cara Menggunakan HTTP Injector Penjelasan Cara penggunaannya

Cara Menggunakan HTTP Injector terbaru dengan penjelasannya- Tidak terkira banyaknya orang yang masih bingung perihal cara menggunakan HTTP Injector. Tidak salah juga, terkadang karena langkah yang kerap kali membingungkan, beberapa cara menggunakan aplikasi bernama HTTP Injector memang menyesatkan.

Tidak perlu menyalahkan blog lain yang membagikan tutorial menggunakan HTTP Injector. Karena keterbatasan sumber dan informasi, bisa juga blog, situs, atau website yang membagikan cara ini terkadang sudah expired dan tidak berlaku lagi.

Cara Menggunakan HTTP Injector Tutorial Terbaru

Panduan langkah yang pasti tentang cara menggunakan aplikasi HTTP Injector tidak perlu berbelit. Mungkin, panduan steb by step di bawah ini dapat anda gunakan sebagai acuan tanpa perlu melihat sumber yang lainnya lagi. Simak saja caranya di bawah ini:

  1. Unduh lebih dulu aplikasi HTTP Injector di Google Play Store. Bila anda tidak menemukannya, anda bisa melakukan pencarian di mesin pencari Google HTTP Injector. Akan muncul banyak link untuk mengunduhnya secara gratis.
  2. Setelah mengunduhnya, anda hanya perlu memasang HTTP Injector layaknya sebuah aplikasi biasa. Setelahnya, akan terpasang aplikasi di Android anda.
  3. Setelah terpasang, atur pengaturan Payload yang ada di dalam aplikasi HTTP Injector. Setiap operator memiliki Payload yang berbeda. Jadi, pastikan anda sudah mengetahui Payload untuk masing masing operator yang anda gunakan. Untuk mencari Payload, anda bisa mencarinya di Google. Pastikan menggunakan Payload yang paling terbaru, ya!
  4. Setelah memasukkan Payload, tekan Generate Payload pada HTTP Injector.
  5. Setelah Payload masuk, masukkan Proxy. Sama seperti Payload, Proxy masing masing operator berbeda jenisnya, jadi pastikan anda sudah mengetahuinya.
  6. Setelahnya, masukkan SSH.
  7. Setelah selesai, klik Start untuk terkoneksi dengan pengaturan yang sudah Anda lakukan di HTTP Injector.

Pada dasarnya, cara menggunakan HTTP Injector  sama saja. Namun, yang membuatnya berbeda adalah konfigurasi yang berbeda masing masing setiap operator. Untuk itu, anda harus mencari konfigurasi masing masing operator yang paling baru dan masih bekerja. Selamat mencoba cara menggunakan HTTP Injector ini, ya!

Leave a Comment