6 Masakan khas Arab Saudi Populer di Indonesia

6 Masakan khas Arab Saudi

Masakan khas Arab Saudi identik dengan rempah-rempah, sehat, dan segar. Ragam jenis masakan arab ini dapat dijumpai di beberapa restoran arab yang ada di Indonesia.

Harganya beragam, tergantung dari jenis masakan, porsi, dan juga jenis restoran yang menyediakan maskaan arab ini. jangan tanya berapa harga, jika Anda makan di restoran bintang lima ya.

Berikut masakan khas Arab Saudi yang populer di Indonesia, dijamin kamu akan ketagihan setelah sekali coba.

  1. Kabsa

Kabsa merupakan masakan khas arab yang komposisinya terdiri atas nasi, sayuran, dan daging. Orang-orang arab biasa menyantap kabsa untuk makan siang mereka, dan tak jarang kabsa juga menjadi bekal makan siang.

  1. Shawarma

Pernah mendengar nama makanan ini di India, tapi sebenarnya Shawarma merupakan makanan ringan khas Arab Saudi yang terdiri atas bahan-bahan segar berupa daging domba, ayam, daging sapi muda, daging kerbau, daging kalkun, dan lain sebagainya. bisa dibilang, makanan ringan ini merupakan makanan ringan terunik yang biasa disajikan pula dengan sayuran timun, acar lobak, timun, dan tomat kemudian dibungkus dengan roti pita. Dari aromanya saja sudah menggoda selera, jika pernah makan kebab, kurang lebih seperti itu shawarma.

6 Masakan khas Arab Saudi

  1. Falafel

Falafel juga merupakan makanan ringan berbentuk bola. Makanan ringan khas Arab Saudi ini dibuat dari bahan campuran kacang fava dan kacang tanah kemudian disajikan dengan cara digulung di dalam roti pita. Ada yang menyebut falafel merupakan sandwich ala orang Arab Saudi.

  1. Hummus

Hummus merupakan sajian kuliner khas Arab Saudi yang terbuat dari tepung roti dan kacang. Disajikan dengan cara kacang dioleskan pada lapisan roti terlebih dahulu, kemudian ditambahkan kentang panggang, tambahkan bawang putih sebagai penambah cita rasa dan juga saos. bila dilihat sekilas, seperti hot dog.

  1. Manakeesh

Ada yang bilang Manakeesh merupakan pizza ala Arab Saudi. Pizza ala Arab Saudi ini berisikan keju, daing, dan sayuran.  Manakeesh cocok untuk makan siang atau sarapan, rasanya yang gurih enak ditambahkan dengan saus pedas, sehingga cocok untuk semua orang.

  1. Mutabbaq terbuat dari lapisan tipis kue yang dibungkus dan dilipat yang di dalamnya menggunakan campuran daging cincang, telur, peterseli, tomat, bawang, dan sedikit jalapeno pepper. Sensasi setiap gigitannya wajib kamu coba, karena rasa Mutabbaq yang lezat dan nikmat akan meledakkan sejuta rasa di mulut kamu.

Meraup Keuntungan dari Bisnis Konveksi Rumahan

Bisnis Konveksi Rumahan

Di zaman serba modern ini, segalanya pun serba berkembang.

Bukan hanya teknologi, bahkan mode fashion seperti pakaian saja setiap tahun selalu mengalami perubahan tren.

Lantas, bagaimana cara memanfaatkan perkembangan dan perubahan tersebut?

Jika Anda berkunjung ke pasar atau pusat perbelanjaan bisnis ukm kelas menengah, Anda bisa mengamati bahwa hampir semua jenis pakaian yang dijual adalah pakaian hasil konveksi.

Maksudnya, pakaian-pakaian tersebut dibuat dalam jumlah besar yang kemudian didistribusikan ke pasar dan pusat perbelanjaan untuk dijual secara ecer atau grosir.

Bisnis Konveksi Rumahan

Fakta lainnya, jumlah penjual pakaian tidak mengalami penurunan, namun peningkatan dengan media penjualan yang berbeda-beda.

Maka, secara otomatis para pengusaha konveksi hampir selalu mendapatkan keuntungan besar.

Hal tersebut menyebabkan usaha konveksi memiliki peluang bisnis umkm yang menguntungkan.

Meski banyak pesaingnya, bukan tidak mungkin bagi Anda untuk memulai usaha konveksi.

Apalagi jika Anda memiliki keterampilan menjahit pakaian, maka itu sudah menjadi modal yang cukup besar untuk memulai usaha konveksi.

 

Kebanyakan pengusaha konveksi memiliki rumah produksi besar, sesuai dengan kapasitas produksi mereka.

Namun, bukan berarti bisnis konveksi tidak bisa dilakukan di rumah sebagai usaha sampingan.

Bagaimana memulainya? Anda perlu membaca ulasan pengusaha konveksi yang sukses berikut ini.

 

Ayu Konveksi

Menjadi pengusaha di bisnis konveksi bukanlah hal yang mudah, juga bukan hal yang mustahil.

Misalnya, bisnis konveksi yang dimiliki wanita asal Bantul, dengan nama Ayu Konveksi.

Sesuai namanya, pemilik usaha tersebut adalah Ayu, yang memulai dan menjalankan bisnis konveksi dengan suaminya sejak 2007.

Ia tertarik dengan bisnis konveksi karena sadar bahwa setiap pakaian dibuat untuk situasi dan kondisi yang berbeda, mulai dari pakaian formal hingga pakaian santai.

Dengan rumah yang berukuran cukup besar, ia bisa membangun pusat produksi di rumahnya.

Berpusat di komplek perumahan Jalan Imogiri Timur, Ayu Konveksi bisa memproduksi berbagai jenis baju, mulai dari seragam sekolah, seragam kerja, baju santai, dan masih banyak lainnya.

Memiliki sepuluh karyawan, Ayu Konveksi (www.ayukonveksi.com) tidak memiliki kesulitan dalam memenuhi pesanan dalam jumlah puluhan hingga ratusan.

Jika banyak orang percaya bahwa promosi produk secara agresif adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan jumlah konsumen, lain halnya dengan Ayu Konveksi.

Meski tidak melakukan promosi besar-besaran, Ayu Konveksi cukup terkenal dibandingkan dengan bisnis konveksi sejenis.

Strateginya adalah dengan melakukan promosi melalui pembuatan website resmi, dan melalui kerabat dan teman dekat.

Sebagai salah satu bisnis di sektor UKM, Ayu Konveksi bisa dikatakan sukses dengan memperoleh keuntungan bersih hingga sepuluh juta per bulan.

Namun, bukan berarti bisnisnya selalu berjalan mulus.